MATERI LANJUTAN DALAM LATIHAN PSHT

Materi Latian Pencak Silat di PSHT 2: Ke-SH-an, Sambung dan PernapasaN


2.1.9 Ke-SH-an

a. Pengertian

adalah suatu ajaran pembinaan mental spiritual dalam usaha membentuk manusia berjiwa setia hati.

b. Tujuan:

Membina menjadi manusia berbudi luhur tahu benar dan salah.

c. Pelaksanaan:

memberi ceramah, nasehat disertai penghayatan terhadap contoh-contoh kehidupan.



2.1.10 Pembinaan Teknik

a. Pengertian:

adalah membina teknik pencak silat dengan berpola pada jurus dan materi Persaudaraan Setia Hati Terate.

b. Tujuan:

- membentuk sikap waspada

- membentuk sikap memudahkan gerakan berangkai secara reflek

c. Pelaksanaan:

melatih sikap pasang dan penggunaannya, melangkah, belaan, menyerang dan merangkaikannya.



2.1.11 Pembinaan Taktik

a. Pengertian:

adalah membina strategi pencak silat dengan menggunakan pola bertanding yang praktis.

b. Tujuan:

- memperkaya analisa teknik

- mencapai prestasi yang baik dalam pertandingan

- mencapai tingkat mahir sehingga tercapai keyakinan

c. Pelaksanaan:

- melatih kemantapan langkah, pola langkah, pola sambut dan sambung

- melatih pengembangan praktek yang terpimpin dan terarah meningkatkan dalam praktek bebas



2.1.12 Sambung

a. Pengertian:

adalah penerapan rangkaian teknik yang telah diperoleh dari jurus, pengunaan pasang, pola langkah, pola sambut, dll.

b. Tujuan:

- melatih keberanian bertanding atau penyelesaian permasalahan (perkelahian) dalam bentuk nyata

- melatih penerapan teori-teori yang telah didapat

- mencetak pesilat yang militan dan pilih tanding

- melatih mengendalikan emosi

- melatih kepandaian berfikir dan bertindak



c. Pelaksanaan:

- dipimpin oleh pelatih tetap

- pandai melihat keadaan siswa:

~ menugaskan siswa yang siap, sehat dan berani melaksanakan sambung

~ membimbing siswa yang masih takut (sambung terhadap pelatih)

~ menugaskan pada siswa yang seimbang (kepandaian, kekuatan, dll)

Misalkan: siswa pandai melawan siswa pandai, siswa kurang pandai melawan siswa kurang pandai

- memberikan contoh dengan jalan mengajak siswa-siswa yang pandai untuk sambung dengan pelatih. Di sini pelatih bukan mencari kemenangan atau sengaja menghajar siswa, tetapi pelatih memberi contoh dengan melakukan langkah-langkah dan teknik yang benar

- tiap ada kesalahan segera dihentikan dan dibetulkan

- ditekankan penggunaan pasang:

# pasang merupakan perangkap, sikap harus terbuka

# menguasai macam-macam pasang, melatih untuk sering mengubah pasang untuk menglabuhi lawan

# sikap pasang selalu dipertahankan keadaannya baik sebelum diserang, sesudah diserang, akan menyerang maupun sesudah menyerang

- melatih tata nafas, sewaktu menyerang dan menerima serangan mengeluarkan nafas

- melatih menguasai unsur-unsur belaan dan serangan

Belaan (menerima serangan):

· hapal dan mampu melaksanakan penggunaan pasang

· berani, yakin dan percaya diri (sewaktu diserang) mempraktikan penggunaan pasang

· belaan harus tepat waktu (tidak menangkis sebelum/sesudah diserang) dan tepat sasaran (belaan disesuaikan dengan macam serangan)

· setiap melakukan belaan harus disusul dengan serangan masuk ke lawan

· serangan lawan yang lambat bias didahului dengan menyerang

· jangan menyerang langsung lawan yang sedang pasang atau lawan posisinya kuat, harus dilagak terlebih dahulu agar pasang lawan bergerak atau berubah baru memasukan serangan

· setiap perubahan pasang dari posisi satu pasang ke pasang lain merupakan saat kelemahan, oleh karena itu apabila melakukan perubahan pasang segera melakukan serangan atau apabila kita melakukan perubahan pasang harus disertai dengan gerak merapat atau melakukan belaan (perlindungan)

· bagian tubuh untuk menyerang disesuaikan dengan sasaran:

© menyerang bagian tubuh yang keras (dahi, batok kepala dll). Menggunakan bagian tubuh kita yang lunak (punggung tangan, telapak tangan) bukan kebalikannya keras dilawan dengan keras (tulang kering dilawan dengan tulang kering)

© menyerang bagian tubuh lawan yang lunak (ulu hati, pinggang dll) menggunakan bagian tubuh kita yang keras (kaki: A, B, C, T dll, punggung, jari, kepalan, siku, dengkul dll)



2.1.13 Pembinaan Pernafasan

a. Pengertian:

adalah membina pengaturan tata nafas

b. Tujuan:

- tercapainya kondisi kesehatan yang baik

- meningkatkan intelektual (kecerdasan, kepandaian)

- mengembangkan indera ke-enam

- meningkatkan kewibawaan

- tercapai kestabilan emosional

c. Pelaksanaan:

- membimbing dengan memberikan petunjuk dan pengarahan

- setiap kesalahan segera diperbaiki

- Untuk keterangan lebih lanjut mengenai pernapasan silahkan mengikuti latihan PSHT di daerah anda..

0 comments:

Share |
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...